Pengorbanan Si Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Siapa yang bilang jika hanya cinta yang butuh pengorbanan. Mengajar pun perlu usaha keras dan pengorbanan yang lebih, terutama untuk mendidik atau menjelaskan pelajaran kepada murid seperti kami. Memang saya akui bahwa kami susah sekali di atur dan didik. Tapi kami masih tahu tata cara berterima kasih. TERIMA KASIH BU….
Keringatnya meluncur deras dari kening, leher sampai ke dagu lalu terbag melayang mengikuti gaya gravitasi Bumi menuju bawah atau lantai. Mengeluarkan suara yang ditimbulkan oelh pita suaranya sampai serak hanya untuk supaya murid yang duduk paling belakang kedengaran. Sungguh tidak tega melihat orang ini. Tapi kami bangga punya guru yang sungguh hebat.
Pahlawan ini namanya Ibu Yulianingsih akrab dipanggil Ibu Yuli. Mengajar Mapel (Mata Pelajaran) kewirausahaan yang berujuk kepada hitung-hitungan layaknya seorang accounting. Huhhh…sungguh puyeng dibuatnya. Beliau rela menjelaskan kepada setiap murid yang kurang mengerti atau jelas dengan menghampiri murid tersebut. Kan nggak ada kalo murid yang pengen nanya sesuatu, guru yang menghampiri murid bukan murid yang menghampiri gurunya. Thanks a lot for your help…..
